Friday, October 06, 2006

expect the unexpected

Dahulu dalam sebuah masa orientasi untuk masuk ke dalam suatu organisasi kemahasiswaan, kami para calon anggota baru diberikan beberapa pelatihan dasar yang bertujuan untuk mengasah kemampuan kita dalam berpikir kritis.
Salah satu pembicara waktu itu kalau saya tidak salah ingat adalah Bp. Rocky Gerung, beliau adalah pengajar pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya.
Pada sesi tersebut, kami diajak untuk dapat selalu berpikir kritis. Menurut beliau, kita harus dapat berpikir secara RADIKAL....
Apa yang dimaksud dengan radikal??? Maksudnya adalah dalam kita melakukan proses berpikir, maka kita harus mendasarkan pemikiran kita tidak pada sesuatu yang sifatnya luarnya saja, tapi kita harus dapat mencari landasan berpikir hingga ke akar-akarnya (radikal berasal dari kata radiks yang berarti akar).
Proses berpikir ini mengandaikan kita untuk selalu mempertanyakan kembali. Jangan kita mendasarkan pemikiran kita pada suatu asumsi misalkan berdasarkan suatu kelumrahan saja.
Kenapa saya mengingat kembali pelatihan itu, karena beberapa hari ini saya sedang membaca kembali buku yang sangat bagus tentang berpikir kritis, yang berjudul EXPECT THE UNEXPECTED.Pengarang buku ini Roger von Oech mencoba mengeksplorasi 30 epigram heraklitus untuk membantu kita dalam berpikir secara kreatif. Beberapa yang menarik misalnya:
"Apa yang berlawanan menghasilkan manfaat" atau "anjing menggonggong pada apa yang tidak dipahaminya" atau ini yang paling saya suka "ketika kita terjaga, kita berbagi satu semesta bersama. Tetapi ketika kita tidur, kita berpaling ke dunia masing - masing" Buku ini mencaoba mengajak kita untuk dapat mengasah pikiran kreatif kita dengan mendasarkan pada pola - pola atau tanda - tanda yang terdapat di alam, atau pada apapun di sekitar kita, dan juga mengajak kita untuk tidak mendasarkan pola pikir kita pada suatu kelumrahan. Contoh yang menarik tentang tanda - tanda alam, misalnya adalah apakah terdapat suatu pola dengan angka 12. Misalnya mengapa kita membagi hari menjadi 12 jam, atau 12 bulan, atau mengapa diceritakan murid Yesus berjumlah 12 orang, atau dalam sebuah cerita Yunani, Achilles memberi Priamus waktu 12 hari untuk menguburkan Hector anaknya.
Tanda alam lainnya yang pasti kita sudah tahu adalah deret 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, .......
ini adalah deret fibonanci, yang misalnya terdapat dalam pola bunga matahari, spiral pada rumah siput, jumlah titik tumbuh pada cabang pohon dst. Ternyata banyak hal yang bisa kita temukan dari alam.
So.....buku ini cukup menyenangkan, dapat dbaca diseling kita misalnya sedang tidak melakukan kegiatan, atau bahkan ketika kita sedang dihimpit banyak kegiatan, buku ini dapat kembali menyegarkan pikiran kita.
Selamat membaca.

Wednesday, October 04, 2006

Buka Yuk Buka......

Banyak cara dilakukan orang untuk menyambut Ramadhan, salah satunya mungkin yang dilakukan oleh pengendara mobil ini.
Menyiapkan Bedug besar yang akan diarak keliling kota untuk menyambut bulan suci ini.
Dug...dru..dug....dug.........

Sunday, October 01, 2006

Beda Pria dengan Cowok...

Buat lucu-lucuan aja, yang manakah anda:

Tidak semua pria dewasa menjadi 'pria', ada juga
yang masih begitu kekanakan setelah umurnya
mencapai 40. Tenaaaang, jangan keburu marah
dulu dengan kenyataan ini, mungkin memang
sebagian orang dilahirkan untuk jadi 'pria', tapi
memang ada juga yang cukup menjadi 'cowok' saja.
Sekali lagi, jangan kawatir, terima saja diri Anda
sebagai pria (P) atau sebagai cowok (C), toh
semua punya nilai lebih dan kurang tersendiri.
Dan yang tak kalah penting, percayalah kadang
wanita tidak peduli.
Inilah Perbedaan mendasar antara seorang
PRIA dan COWOK

P : Tahu jelas lima tahun lagi ia mau jadi apa
C : Tidak jelas lima menit lagi ia mau berbuat apa

P : Jago membuat wanita merasa tenang
C : Jago membuat cewek merasa senang

P : Bacaannya Jhon Grisham, mainannya golf,
tontonannya CNN
C : Bacaannya Harry Potter, mainannya bilyar,
tontonannya MTV

P : Sebelum umur 30 sudah banyak uang
C : Sebelum umur 30 sudah banyak dosa

P : Seimbang antara penghasilan dan pemasukan
C : Seimbang antara hutang dan pembayaran minimum

P : Mendukung emansipasi wanita, tapi tetap
membayari bon makan wanita
C: Mendukung emansipasi wanita dengan
membiarkan wanita bayar sendiri

P : Punya akuntan, penjahit dan dokter langganan
C : Punya salon, kafe dan bengkel langganan

P : Meminta Anda nimbrung ngobrol kalau
mamanya menelepon
C : Pura-pura Anda tidak bersamanya jika
mamanya menelepon

P : Putus dengan pasangannya sambil berjabatan
tangan dan mengakui sulitnya menjembatani
perbedaan antar mereka berdua, diiringi
ucapan, "Kita tetap bisa berteman selamanya."
C : Putus dengan pasangannya sambil kabur dari
rumah, merokok berbatang-batang, plus
ucapan, "Jangan undang aku ke pernikahanmu nanti!"

P : Mencintai wanita 10 % pada pertemuan awal
dan meningkat terus
C : Mencintai wanita 100 % pada pertemuan awal
dan menurun terus

P : Berpikir dewasa seperti orang usia 40
tahun saat berusia 17 tahun
C : Berpikir kekanakan seperti orang usia 17
tahun saat berusia 40 tahun

P : Bisa menang hanya dengan otak dalam konflik
C : Cuma bisa ngamuk, adu mulut, n adu otot kalo konflik

P : Mikirnya "Aku masih kurang pengetahuan,
harus belajar lebh banyak"
C : Mikirnya "Aku yang terhebat di muka bumi,
siapapun aku hadapin !!!"

P : Otak no 1, digabungin otot kalo kepaksa
C : Otot no 1, ditambah otak, itupun kalo punya

So...
Which one are you???? ^_^

(dikutip dari prietea@yahoo.com)

Friday, September 29, 2006

Diseling Waktu.....

Beberapa hari ini saya punya kebiasaan baru yaitu membaca buku di sore hari di pinggir danau UI.
Ternyata kegiatan ini menyenangkan juga. Belajar di luar ruang terkadang membuat pikiran kita lebih terbuka, dan mungkin dapat lebih cepat menangkap sesuatu yang ingin kita pelajari. Ga heran makanya kalau kita lihat - lihat brosur2 kampus dimana aja, pasti ada photo dimana mereka sedang belajar di luar ruang.
Selain itu mungkin untuk orang yang mudah bosan (tepatnya mungkin mudah mengantuk) seperti saya, belajar di luar ruang mungkin lebih tepat. Ada 2 alasan untuk ini:
1. Kalau kita mulai bosan atau mengantuk, maka akan banyak event di luar sana yang kemudian dapat menyegarkan kita kembali. Misalnya dengan memandangi kegiatan orang - orang lain yang juga berada disana.
2. Kalau kita mulai bosan atau mengantuk, ya ternyata di taman ini tidak disediakan kasur, atau alas tidur apa saja yang nyaman jadi memang memaksa kita untuk tidak tertidur. Lain halnya kalau kita di dalam ruangan, paling tidak kita bisa mencari posisi yang nikmat untuk kemudian segera mendengkur.....hrrooaaakkk.....hhhrroooaaakkk......
Hal lainnya yang membuat belajar di danau UI ini menjadi menyenangkan adalah karena memang tempat ini dibuat dengan cukup nyaman untuk belajar sebenarnya karena disediakan bangku2 dari beton, yang beberapa hari saya kesana saya sama sekali belum pernah dikerubungi semut, hal yang saya pikirkan tadinya akan terjadi.
Yang lainnya juga adalah karena ternyata benar, memandangi air terkadang membuat kita bisa lebih tenang. Hal ini sebenarnya sudah saya buktikan karena terkadang ide2 saya muncul ketika saya sedang berada di kamar mandi, cuma ga lucu kan kalau harus belajar di kamar mandi.....kasian yang lain dong......

Oya selain itu saya juga punya beberapa aktivitas baru lainnya, sekarang akhirnya saya membuat account friendster (link nya ada di samping). Akhirnya saya pikir mungkin berguna juga membuat account ini, untuk mengumpulkan seluruh teman saya yang tercecer entah dimana. Hal ini mulai saya sadari saya butuhkan ketika saya merasa ada baiknya saya dalam waktu dekat ini berganti suasana, sehingga agar relasi yang sudah terjalin tidak hilang begitu saja, maka saya buatlah friendster itu.

Lainnya lagi adalah saya mencoba menghiasi sedikit blog saya ini. Untuk ini saya harus berterimakasih kepada Ade Cornelia (linknya ada juga disamping, kalau2 ada yang mau lihat blognya), yang memberitahu sedikit tips and trick untuk mengubah tampilan blog saya (walaupun kayanya belum ada yang berubah ya. he..he..) ya karena sampai saat ini saya masih bingung bagaimana ntuk mengganti warna, mengubah layout, dan memberikan beberapa hiasan. Tapi ga apa, karena semua ini memang hanya saya kerjakan sambil mengisi waktu luang sebagai penyegaran juga dalam mengerjakan thesis.

Kira - kira apa lagi ya yang harus saya lakukan besok agar blog ini lebih manis????

Thursday, September 21, 2006

Jauh...

Hari ini mood ku kurang bagus.
Karena suatu alasan yang belum bisa kukatakan.
Hari ini aku berjalan (berjalan dalam artian sebenarnya) menyusuri UI,
sesuatu yang sudah lama tidak kulakukan.
Dan aku melihat pohon - pohon yang berdiri tegak yang seolah saling menjaga jarak antar mereka.
Aku melihat tiang - tiang lampu yang setiap malam seolah begitu gemerlap, hari ini seperti penuh dengan kesendirian.
Aku melihat gedung fkm baru yang entah kenapa seolah dibangun untuk menyembunyikan sesuatu yang ada di dalamnya.
Tapi entahlah....
Kadang aku terlalu terbawa suasana hati.
Mungkin memang hari ini aku sedang merasakan adanya suatu jarak.
Suatu kehilangan karena ada sesuatu yang tak teraih.
entahlah.....
semoga besok semua menjadi kembali seperti semula.
Amin...

Tuesday, September 05, 2006

MAHASISWA.....

Mahasiswa adalah sso yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.
Dalam bahasa Indonesia, ada pembedaan penyebutan antara murid pada jenjang dasar dan menengah yang biasa disebut siswa dengan murid pada jenjang pendidikan tinggi yang disebut mahasiswa.
Pembedaan ini tentunya memiliki suatu maksud, mungkin diharapkan mahasiswa adalah kaum terpelajar yang sudah mencapai tahap kedewasaan dalam berpikir. Kita sendiri pasti sering mendengar bagaimana gerakan mahasiswa di berbagai negara telah memainkan peran penting sebagai agen perubahan. Hal sama terjadi di Indonesia dimana sudah beberapa kali perubahan yang terjadi di Indonesia di motori oleh gerakan mahasiswa.
Berbicara soal mahasiswa saya jadi ingat kata - kata Prof Emil Salim (salah satu guru besar FEUI) ketika diwawancara dan ditanya mengenai pendapat beliau tentang kinerja lulusan - lulusan FEUI yang kini berada di birokrasi.
Beliau ditanya pandangannya sebagai seorang yang pernah mendidik para pejabat itu, terkait dengan kebijakan - kebijakan yang diambil oleh para mantan mahasiswanya tersebut.
Beliau menjawab bahwa kami di FEUI memiliki suatu sistem, dimana menurut beliau ketika seorang mahasiswa telah berhasil lulus dari proses di FEUI, maka beliau percaya bahwa mahasiswa tersebut telah memiliki pola dan landasan berpikir yang kuat, yang dapat mempertanggungjawabkan setiap keputusan yang diambilnya. (ah saya ternyata aga lupa secara persis apa yang beliau katakan). hanya saja yang saya tangkap adalah beliau ingin mengatakan bahwa para lulusan adalah individu - individu yang dewasa yang dapat mengambil keputusan berdasarkan analisa - analisa logika yang dapat dipertanggungjawabkan.
Nasihat yang kurang lebih sama saya alami pula ketika saya menghadapi ujian kelulusan di FEUI. Penguji saya yang kebetulan adalah Ketua Departemen Manajemen, pada kesimpulan akhirnya kepada saya mengatakan secara garis besar bahwa sebagai seorang lulusan FEUI, kita dituntut untuk memperbaiki keadaan dengan ilmu yang kita miliki. Hanya saja kita tidak boleh takabur, karena tidak semua fenomena yang kita lihat merupakan permasalahan ekonomi. Oleh karena itu kita harus tahu pula kapan kita harus bertindak dan kapan tidak yang disesuaikan dengan kapasitas kita. Hal tersebut mungkin yang paling berkesan bagi saya ketika saya ujian akhir sarjana dibanding seluruh pertanyaan teoritis yang diberikan oleh dosen - dosen penguji lainnya.
Berdasar hal tersebut, maka memang seorang mahasiswa selain belajar ilmu pengetahuan, maka saat kuliah tersebut seharusnya dimanfaatkan pula oleh mahasiswa untuk semakin mematangkan dirinya. Dewasa dalam bertindak dan bertingkah laku.
Dalam soal ini saya punya cerita lucu yang saya dengar dari salah satu dosen pembimbing magang. Beliau mengatakan pernah suatu ketika saat mahasiswa magang, mahasiswa ini dimarahi oleh supervisornya. tidak terima dengan hal tersebut, mahasiswa melaporkan hal ini kepada orang tuanya, lalu kemudian orang tua ini memarahi si supervisor.
Hal berikutnya yang akan terjadi pasti sudah dapat ditebak. Perusahaan memulangkan si mahasiswa, dan FEUI harus meminta maaf kepada perusahaan tersebut.
Hal ini merupakan salah satu gejala saja bahwa sepertinya mahasiswa FEUI sekarang menurut pengamatan saya tidak berkembang dari sisi kedewasaan.
Lihat saja bagaimana ketika saat orientasi berlangsung banyak mahasiswa yang masih ditemani oleh orang tuanya. Cara mahasiswa berinteraksi dengan dosen maupun senior pun kini menurut saya sudah kebablasan.
dalam hal ini saya sangat bersyukur karena saya masih mengajar program ekstension, karena kini yang terjadi adalah kebalikan dari yang dulu saya alami. Program ekstension yang dulu sangat manja dengan alasan mereka membayar lebih mahal, saat ini menurut saya justru menunjukkan pribadi yang lebih matang. Terutama untuk kelas salemba, mungkin karena peserta disana adalah mahasiswa yang pernah merasakan dunia kerja.
Salah satu hal yang menurut pengamatan saya yang menjadikan mahasiswa sekarang lebih manja dan tiadk peka terhadap situasi adalah karena mereka berasal dari golongan ekonomi yang sangat mampu, walau tentunya banyak juga yang tidak seperti ini.
Lalu bagaimana???
Nanti saya sambung lagi, hanya saja saya rasa saat ini sudah saatnya saya bangun.
wassalam.

Sunday, September 03, 2006

Di Suatu Hari....

Kemarin hari yang melelahkan dan penuh kejutan.
Untuk pertama kalinya saya mengendarai motor selama lebih dari 1 jam.
Tujuan awal adalah Lebak Bulus, saya harus ke carefour.
Untuk kesekian kalinya saya harus kagum dengan pelayanan pada perusahaan retail satu ini, walaupun selalu diawali dengan kekecewaan.
Saya ingat dahulu saya pernah mencari printer yang sedang discount di toko ini, (yang jarang terjadi adalah discount yang diberikan bahkan bisa membuat harga di toko ini lebih murah dibanding dengan mangga 2).
Waktu itu setelah saya tanya seorang pelayan mengatakan bahwa barang yang saya cari tidak ada.
Tentu saja saya kesal karena saya sudah jauh - jauh pergi, ternyata barang yang diiklankan dikatakan sudah habis.
Tidak puas, saya pergi ke supervisor untuk menanyakan hal tersebut. Saya pikir ini penipuan kalau barang yang diiklankan ternyata tidak ada.
Lalu apa yang dikatakan oleh supervisor membuat saya kaget. Dia katakan ah masih ada koq barang yang bapak cari. Dia lalu meminta saya untuk menunjukkan pelayan mana yang mengatakan barang tersebut tidak ada.
Saya katakan padanya ah tidak usah pak, yang penting yang saya cari ada.
Tapi dia berkeras karena menurutnya itu bisa merusak image perusahaan. akhirnya saya menunjukkan pelayan tersebut dan supervisor itu menyuruh pelayan tersebut untuk mencari di gudang karena masih banyak barang yang tersedia di gudang.
Pengalaman kedua kemarin. saya berbelanja dan ternyata ada kelebihan penghitungan barang, hingga 50 unit, padahal saya hanya membeli 3 unit. Di jalan saya sudah berpikir alasan apa yang akan petugas carefour itu sampaikan pada saya karena kejadian sudah lewat satu minggu, dan saya juga mulai memikirkan harus memnjawab apa.
Tapi ternyata yang saya hadapi adalah supervisor tersebut hanya menanyakan apakah saya membawa kartu yang saya gunakan untuk membayar, dan setelah saya keluarkan, ia langsung dengan segera mengatakan akan mengganti uang saya sekaligus meminta maaf karena petugas kasir yang ada saat ini banyak yang baru. Akhirnya saya pulang dengan tersenyum .
Itu baru perjalan pertama.
Tujuan kedua saya adalah sebuah kantor tes psikologi yang terletak di jalan H. Agus Salim no78. Letaknya di sekitar gereja Theresia. Namun begitu ternyata mencari nomor 78 itu saja harus membuat saya berputar jalan Agus Salim hingga 3 kali, karena kantor yang saya maksud ternyata memiliki ruang muka hadap ke jalan irian.
Perjalanan berikutnya adalah ke MMUI, saya bermaksud mengambil nilai saya, cukup sedih karena tidak mendapatkan seperti yang saya harapkan. Sepertinya nilai A sekarang di MM hanya untuk 1 atau 2 anak dengan nilai paling tinggi.
Perjalanan berikutnya adalah ke Glodok, saya ingin mencari numeric keypad, dan beberapa cd. Numeric keypad ini gunanya adalah lebih memudahkan kita karena keypad laptop biasanya tidak terdapat bagian numeric yang khusus sehingga untuk input data yang berupa angka biasanya agak sulit. Tapi barang yang dimaksud ternyata harganya sama saja sekitar 80 ribu, jadi saya urung membelinya.
Nah tapi tiba - tiba saja ketika saya hendak pulang ada teman yang menelpon saya. Saya memang berjanji bertemu dengan teman - teman dan ada acara menginap bersama, namun saya sudah katakan bahwa saya harus ke daerah sabang terlebih dahulu.
Ternyata teman saya yang menelpon ini berharap saya ke glodok dulu, karena tidak jauh. Ya kebetulan saya sudah berada disini.
Dia memesan agar dibelikan beberapa CD Surga. Halah....saya pikir untuk apa, karena saya pikir dia toh sudah beristri. Tapi dia bilang Yah nanti kau juga mengerti lah. Lalu saya tanya lagi berapa harganya dan wah kan saya harus milih2, bikin malu aja. Dia bilang Lah kaya ga pernah aja. Ya saya bilang kalau nonton pasti saya juga sering dulu, cuma untuk beli belum, biasanya kalau ke glodok kan cuma lirik2 doang. dia bilang ya beli aja ntar dia ganti.
Akhirnya saya coba berputar lagi, wah dimana ya, saya sudah berpikir mungkin tidak usah, toh ga penting juga. Hanya saja ketika saya hendak pulang menyeberang jembatan ada yang menarik-narik lagi seperti biasanya. akhirnya saya coba melihat - lihat dan setelah menanyakan berapa harganya si penjual bilang 3 biji 20. wah ternyata lebih mahal dari harga cd film biasa. mungkin karena resikonya lebih besar. akhirnya saya pilih beberapa sesuai selera saya, dengan keringat yang mengucur deras.
Bagaimana kalau tiba2 ada penggerebekan apa teman saya itu mau ikut tanggung jawab. Ah tapi saya ingat disitu toh memang banyak polisi, dan semua terbukti diam saja, jadi tempat ini memang justru dilindungi polisi. mungkin itu sebabnya harganya mahal.
Akhirnya saya beli3 dan saya serahkan 20 ribu ke si penjual. dia tanya ga kurang mas?? halah kurang....ini aja gw udah bingung bawanya.
Setelah itu saatnya pulang dari daerah ini.
Selanjutnya saya pulang ke daerah fatmawati lagi, karena disana kita janji kumpul.
Nah di perjalanan pulang ini ada sesuatu yang mengejutkan lagi.
di suaut lampu merah di thamrin saya bersebelahan dengan 2 orang ibu - ibu yang mengendari mio, sementara di kanan saya mengendari tiger.
Tak disangka yang paling responsif ketika lampu hijau menyala adalah si mio. tapi tidak sampai di situ, karena ternyata memang 2 ibu ini mebawa motor dengan kecepatan yang sangat tinggi, paling tidak motor saya sudah menunjukkan 90km/jam, dan 2 ibu itu semakin jauh saja. bahkan motor tiger itu, walaupun di depan saya, tetap saja dibelakang mio tersebut.
Tak sabar rasanya saya ingin mengejar, hanya saja setiap melewati kemacetan 2 ibu tersebut sangat gesit juga memainkan motornya. pada suatu kesempatan akhirnya saya berhasil menyusul. tapi tak disangka tiba - tiba di putaran di depan plaza semanggi, 2 ibu tersebut kembali menyalip saya bahkan dengan jarak yang dekat sekali. rasanya darah muda ini mau mendidih. he..he..
Akhirnya saya coba kejar mereka dengan sepenuh hati, namun akhirnya sampai kedua ibu tersebut membelok ke arah yang lain saya belum juga dapat mengejarnya. Tak disangka saya dikalahkan 2 ibu dengan motor kecil dan automatis. walaupun di motor mereka tertulis MRC. mio racing club mungkin.
Akhirnya sampai juga di fatmawati, melepas lelah, dan begadang semaleman, hingga hari ini masih mengantuk......
Hoaaahhh....mau tidur siang dulu.

Bagaimana Menilai Mahasiswa.

Hal yang paling berat yang harus dilakukan seorang dosen adalah memberikan nilai bagi mahasiswanya.Dahulu ketika saya pertama kali kuliah di FEUI, saya merasakan bahwa memperoleh nilai di FEUI sangat sulit sekali.Saya bahkan terkadang tidak tahu, apa yang menjadi standar penilaian dari seorang dosen.Saya pernah mengambil 2 mata kuliah, dengan dosen yang sama. Untuk mata kuliah pertama saya mengkuti kuliah tersebut dengan sungguh-sungguh, dan juga mengerjakan ujian yang menurut saya sangat baik, hanya saja saya hanya diberikan nilai C. Pada semester berikutnya saya memperoleh dosen yang sama untuk mata kuliah yang berbeda. Hal ini membuat saya tidak terlalu bersemangat mengikuti kuliah beliau, dimikian juga ujian saya menurut saya hanya pas - pasan. Tapi tak disangka saya justru mendapat nilai B.Dahulu ketika saya berkuliah di FEUI, gap antara dosen dengan mahasiswa jauh sekali, kami menghormati dosen - dosen seperti dewa - dewa yang tak bisa tersentuh.Maka ketika mereka memberi penilaian, maka menurut kami itu adalah penilaian yang paling adil, sehingga sangat sedikit sekali yang mengajukan keberatan pada saat tersebut.Ada juga satu mata kuliah dimana satu kelas tersebut mendapatkan nilai C, tidak ada A, tidak ada B, tidak ada D, tidak ada semuanya yang ada hanya C.Tapi beliau yang mengajar kelas tersebut adalah profesor yang sangat disegani. Beliau selalu mengatakan bahwa yang terpenting adalah mahasiswa mengetahui dasar teori, yang mana berarti bila semua mendapat C, maka pemahaman semua siswa mungkin hanya setengah dari yang seharusnya. Walau begitu saya sangat menghormati beliau.Oleh karena itu tak heran kalau IPK 3,3 pada angkatan saya dan angkatan sebelum itu tidak pernah beranjak dari jumlah 10 orang. Sisanya yang 170 harus puas dengan IPK di bawah tersebut.Hari ini saya sudah menjadi staf pengajar di FEUI. Dan salah satu tugas terberat bagi saya adalah ketika saya harus menilai mahasiswa.Sistim penilaian baru di FEUI mengharuskan terdapat nilai plus minus.Selain itu sekarang pun boleh dikatakan standar penilaian di FEUI lebih mudah dibanding waktu - waktu dulu. Hal ini bisa dilihat dari rata - rata IPK yang terus mengalami peningkatan, dan juga jumlah lulusan cum laude yang saat ini seolah menjadi biasa saja.Beberapa waktu lalu saya baru saja menilai mahasiswa saya untuk program S1 ekstension. Sistim penilaian ekstension membagi grade - grade nilai berdasar nilai kumulatif yang dikumpulkan selama kuliah.Permasalahannya terletak pada bagaimana seorang dosen memberi nilai bagi karya mahasiswa, apakah nilai 50 bagi satu dosen akan memiliki makna yang sama dengan nilai 50 yang diberikan dosen lainnya.Oleh karena itu kita pasti tahu kalau saat kuliah pasti ada yang disebut dosen killer yaitu dosen yang pelit dalam memberi nilai dan yang lainnya adalah dosen yang baik.Saya dalam menilai pekerjaan mahasiswa selalu mencoba untuk menetapkan angka tertinggi seratus bagi mahasiswa yang menurut saya memahami konsep dengan baik, dan terus menurun, dan saya tak pernah ragu memberi nilai nol jika menurut saya konsepnya salah besar.Setelah dirata - rata dan memberikan nilai saya melihat bahwa yang tidak lulus pada kelas saya adalah 16 orang, dari 46 orang (termasuk 2 orang yang tidak ikut ujian). setelah saya lakukan checking ulang akhirnya beberapa orang saya anggap masih lebih dari 50% pemahamannya terhadap konsep, hingga hasil akhirnya adalah hanya 11 orang yang mengulang.Saya pikir nilai yang saya berikan sudah cukup fair menurut saya, tapi ternyata ketika seluruh kelas nilainya diumumkan maka kelas saya merupakan kelas dengan jumlah mahasiswa mengulang paling banyak.Saya tidak mengerti bagaimana dosen lain bisa memberikan jumlah mahasiswa mengulang yang lebih sedikit, sedangkan pada saat pengumuman nilai mid test, kelas lain tidak memberikan nilai yang lebih baik dari kelas saya.Ah tapi ya sudahlah, saya hanya berpikir posistif bahwa mahasiswa kelas lain pasti berusaha sangat keras pada periode setelah mid test sehingga nilai mereka menjadi baik sekali.Kalau saya akan disebut dosen yang killer mungkin terserah mahasiswa, yang pasti saya merasa bahwa nilai yang saya berikan dapat saya pertanggungjawabkan, dimana jika sso mendapat nilai C (lulus) dari saya maka memang pemahaman mahasiswa tersebut tentang kuliah tersebut minimal sudah setengah lebih sedikit.Hal lainnya yang membuat menilai menjadi menyulitkan adalah adanya persyaratan dari dunia kerja tentang nilai IPK minimum, dimana untuk instansi pemerintah biasanya mereka menetapkan nilai 3.Hal inilah yang mengakibatkan universitas, FEUI salah satunya untuk memberikan kriteria penilaian yang lebih mudah. Karena si pemberi kerja tidak melihat dari univ mana calon karyawan mereka yang jelas IPK mereka harus lebih dari atau sama dengan tiga.Menurut saya perusahaan seharunya melakukan metode pengujian tersendiri, dan menetapkan angka yang lebih rendah dari 3. Mengapa, karena terkadang nilai 3 bukan merupakan jaminan bahwa mereka memiliki kualitas yang lebih bagus dibanding yang memiliki nilai kurang dari itu. walaupun ada batas IPK tertentu yang jika kurang dari nilai tersebut mengindikasikan adanya suatu masalah pada orang tersebut. Tapi IPK tiga menurut saya terlalu tinggi, dan akan mengeliminir orang - orang yag justru berpotensi.wassalam.

Tuesday, July 11, 2006

Cinta....

Sedang membaca kembali buku yang sangat indah, dan ingin mengutip beberapa.
"......cinta yang matang adalah kesatuan dengan sesuatu atau sso di bawah suatu kondisi saling mempertahankan integritas dan individualitas masing - masing.
Cinta adalah kekuatan aktif yang bersemayam dalam diri manusia; kekuatan yang mengatasi tembok yang memisahkan manusia dengan sesamanya, kekuatan yang menyatukan manusia satu dengan yang lainnya.
Cinta adalah cara untuk mengatasi problem isolasi dan keterpisahan dengan tanpa mengorbankan integritas serta keunikan diri masing - masing.
Ada semacam paradok dalam cinta, yakni fenomena dimana dua sosok menjadi satu namun tetap dua. become one and yet remain two......"

The Art of Loving - Erich Fromm (terjemahan)

Friday, July 07, 2006

Kereta ke Surga....

Hari kamis kemarin setelah sekian lama akhirnya saya naik kereta Jabotabek lagi.
Kereta ekonomi yang bayarnya masih Rp. 1.500,-
Ada sesuatu yang baru, ada tempelan di tembok kereta, disitu tertulis penumpang wajib membawa karcis, jika tidak akan didenda, dan untuk yang kelas ekonomi ini dendanya Rp. 30.000,-
Lumayan membuat takut, walaupun saya yakin pasti masih saja banyak yang tidak membeli karcis (karena ternyata penumpang kereta yang tidak beli karcis itu pasti lebih galak daripada kondekturnya)

Saya pernah dengar cerita ketika saya makan di suatu tempat jajan di UI.
Pada waktu itu ada sso yang bercerita kepada temanya bahwa dia baru saja dimarahi oleh kondektur karena dia tidak membeli karcis. walaupun tetap ternyata dia tidak membayar karcis, apalagi dendanya.
Orang tersebut naik dari stasiun Pasar Minggu untuk turun di Stasiun Pondok Cina.
Lalu kira2 apa komentar temannya????.....
Temannya justru bilang "Kenapa lu mau dimarahin??!!!!""Mestinya lu bilang dong kalau lu naiknya cuma bentar..." "Kalau kagak lu bilang dong....(dia menyebut nama sso, tapi saya lupa)
"Atau lu ajak turun aja, di stasiun...terus lu tantangin dah."
Hmm......
Ya mungkin itulah kondisi bangsa kita saat ini, dari pejabat, sampai orang biasa saat ini tidak terbiasa menerima bahwa mereka salah.
Bahkan mungkin ya itu....cara2 preman atau mafioso - mafioso yang mereka gunakan.
Saya sendiri dulu pernah naik kereta dan tidak bayar, namun saat itu mata saya selalu siaga, sehingga ketika kondektur datang, maka saya sudah pasti berada di pintu dan akan langsung melompat turun, untuk kemudian pindah lagi ke gerbong belakang.
he...he... saya tidak tahu mana yang lebih baik, walau yang pasti dua - dua cara itu tetap saja salah.

Hal kedua yang saya amati dalam perjalanan saya kemarin adalah begitu kotornya kota saya ini. Ketika anda naik kereta anda akan melihat sisi lain Jakarta yang tersembunyi di belakang gedung - gedung pencakar langit yang indah2 itu.
Anda akan melihat kampung - kampung kumuh. Rumah-rumah yang letaknya berhimpitan sekali dengan jalur kereta, sehingga jika si pemilik rumah ingin membuka pintu rumahnya dia harus sangat hati - hati karena bila tidak kereta akan menggilas habis pintu rumahnya.
Kalau anda pernah ke ITC Mangga Dua-toko grosir yang tidak pernah sepi itu, cobalah sekali - sekali mencari tahu apa yang ada di balik gedung megah itu. Disana banyak kampung kumuh, yang tanahnya terdiri atas tumpukan sampah. Sehingga rata - rata mereka membangun rumahnya beberapa cm diatas tanah. Lalu bagaimana anak-anak dan keluarga yang hidup disana......

Namun perjalanan akhirnya harus sampai. Katanya perjalanan menuju ke surga itu penuh luka dan liku. Dan itu yang saya lihat saya melihat begitu banyak penyakit masyarakat sepanjang perjalanan saya kemarin. Tapi bukan berarti mereka harus diusir, atau entahlah cara apalagi biasanya yang dilakukan pemerintah terhadap orang - orang seperti itu. Tapi menurut saya mereka harus dimanusiakan, karena mereka juga manusia yang butuh kehidupan. Kehidupan yang layak tentunya.

Akhirnya saya sampai ke stasiun surga. Stasiun Kota.
Saya sebut stasiun surga karena tak jauh dari situ tepatnya di kawasan glodok terdapat sebuah surga. Surga CD bajakan.
Ya di Glodok kita masih dapat menemukan CD bajakan, dan kita tidak perlu mencarinya secara diam-diam atau sembunyi-sembunyi seperti kalau kita harus membeli barang haram lainnya.
Di Glodok kita dapat menemukan barang2 tersebut dijual dengan bebas, tanpa malu-malu.
Dulu saya tidak perlu kesana, karena di Depok (tempat tinggal saya) semua tersedia.
Tapi sekarang di Depok sudah sulit menemukan CD software bajakan. Tapi ternyata glodok tidak terlalu terpengaruh, saya katakan tidak terlalu terpengaruh, karena ternyata penegakan UU hak cipta ternyata membawa pengaruh juga yaitu harga CD yang bajakan juga menjadi mahal. Memang berbagai bentuk batasan seperti ini akhirnya merugikan konsumen karena harga menjadi lebih mahal. Ha...ha... untuk yang satu ini (software)saya memang masih menggunakan yang bajakan, karena beli yang asli ternyata masih belum mampu.
Tak lupa kalau kita melihat lukisan - lukisan bahwa di surga semua mahluk telanjang, maka di Glodok ini pun banyak juga yang demikian. Kadang2 saya menyempatkan juga untuk melirik beberapa. Yah sekadar memuaskan penglihatan sesaat. Walaupun pasti si penjual yang jeli pasti langsung menawar2kan, dan saya akan selalu bilang "Nanti....nanti"

Yup setelah semua selesai di beli akhirnya saya harus pulang. Pulang pada pukul 5 sore sudah pasti akan penuh peluh. Anggap saja seperti mandi sauna, dan ketika kita sampai dan akhirnya berhasil keluar dari kereta, maka kita akan segera merasakan betapa nikmatnya menghirup udara segar.

Hidup memang penuh perjuangan. Bagi banyak orang perjuangan yag mereka harus hadapi lebih berat, dan bagai beberapa orang mungkin sangat berat. Kalau saja kita selalu mengingat surga dalam melakukan apapun perbuatan atau tindakan kita, mudah2an dunia bisa menjadi lebih baik.

wassalam.

Thursday, June 01, 2006

Melihat Rembulan....

Pernahkah kamu melihat rembulan....
Kalau kamu sering melihatnya pasti kamu tahu bahwa disampingnya ada sekilat bintang yang selalu bersamanya.
Kadang dia berada dekat, kadang sejarak lebih jauh, tapi mereka selalu bersama.
Tapi bukannya mereka sebenarnya berada dalam posisi yang sangat jauh untuk bersama.
Entah...yang jelas setiap aku melihat rembulan, aku selalu melihat bintang tersebut menemaninya.
Ha...ha.... aku selalu membayangkan bintang tersebut sebagai ujud kesetiaan...
Karena ia selalu menemani rembulan walaupun mereka selalu berjarak.
Kebetulan aku dulu mengagumi seorang gadis yang namanya seperti rembulan..
Jadi aku selalu membayangkan akulah sang bintang...
Ha...ha.....
Tapi akhir - akhir ini aku tidak ingin menjadi sang bintang lagi.
Aku ingin bersama rembulan, agar aku dapat merasakan kehangatan sinarnya
Sinarnya yang menerangi malam...........